Rabu, 31 Desember 2014

Diposting oleh Unknown di 08.28 0 komentar


Steven Paul “Steve” Jobs







Steven Paul Jobs atau yang lebih dikenal dengan nama Steve Jobs, lahir di San Francisco, California, Amerika Serikat, 24 Pebruari 1955 ˗˗ meninggal di Palo Alto, California, Amerika Serikat, 5 Oktober 2011.
Steve Jobs merupakan seorang entrepreneur, marketer, dan inventor, yang merupakan co˗founder, chairman, and CEO of Apple Inc. Jobs juga sebelumnya menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios, ia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story tahun 1995.
Melalui Apple, dia dikenal sebagai pelopor charismatic dan design-driven dari revolusi komputer pribadi
Pada akhir tahun 1970-an, Jobs bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak, Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadipertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II. Jobs termasuk orang-orang yang pertama kali melihat potensi komersial dari antarmuka pengguna grafis yang digerakkan tetiku PARC Xerox yang kemudian mendorong pembuatan Macintosh.
Jobs mengundurkan diri dari Apple dan mendirikan NeXT, sebuah perusahaan pengembangan platform komputer yang berkecimpung dalam pasar pendidikan tinggi dan bisnis. Pembelian NeXT oleh Apple pada tahun 1996 membawa kembali Jobs ke perusahaan yang ia dirikan bersama, dan ia menjabat sebagai CEO-nya sejak 1997 hingga 2011.
Tahun 1986, ian mengambil alih divisi grafis komputer Lucasfilm Ltd yang kemudian menjadi Pixar Animation Studios. Ia menjadi CEO dan pemegang saham terbesarnya sebanyak 50,1% sampai diambil alih oleh The Walt Disney Company tahun 2006. Jobs pun menjadi pemegang saham perorangan terbesar di Disney sebanyak 7% dan anggota Dewan Direktur Disney. Setelah mengundurkan diri, Jobs terpilih sebegai dewan direktur Apple.
Pada 5 Oktober 2011. Steve Jobs meninggal dunia di California pada Usia 56 tahun, tujuh tahun setelah didiagnosis menderita kanker pankreas. Pada waktu kematiannya, ia dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis, dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan “contoh bagi semua kepala eksekutif”. Kematiannya dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia oleh para penggemarnya di seluruh dunia.
David McClelland: The Need for Achievement
Salah satu need yang dikemukakan oleh Henry Muray adalah need for achivement, dimana dia mengartikannya sebagai kebutuhan seseorang untuk lebih unggul dan mencapai standart hidup yang tinggi.
Psikolog America, David McClelland (May 20, 1917 – March 27, 1998) bersama dengan Harvard University, telah melakukan program yang luas dan intensif untuk meneliti need ini. Menurutnya need for achievement (achievement motivation) dapat menjadi sebuah dorongan yang mengarahkan perilaku di hampir semua situasi.
McClelland dan asosiasinya mengembangkan sebuah tekhnik untuk mengukur kebutuhan individu untuk berprestasi dan menunjukkan berbagai macam perilaku dalam situasi yang berbeda-beda sebagai pengaruh dari level pada need ini.
Assesing the Need for Achievement
Untuk mengukur the need for achievement, McClelland dipandu oleh beberapa pandangan Freud dan dengan persyaratan metodologis psikologis eksperimental, dia menggunakan Thematic Apperception Test (TAT), dikembangan oleh Henry Muray dan Christiana Morgan. Lewat TAT, melihat gambar dan mendeskripsikan apa yang hendak kita tulis.
Behavioral Studies, jika status social emosional tinggi dan need for achievementnya juga tinggi, maka akan lebih tahan terhadap tekanan sosial. Achievement in adults, dapat meningkatkan self education mereka.





Pembahasan Kasus dengan Teori McClelland
Dari biografi singkat Steve Jobs yang kita baca diatas, dapat kita lihat need apa yang terpampang jelas untuk mendeskripsikan kisah hidup Jobs. Need for Achievement yang dikembangkan oleh McClelland sangat dapat terlihat. Dari kegigihan Jobs dalam melaksanakan pekerjaannya, dari kecintaannya terhadap pekerjaannya. Apapun yang hendak dicapainya, dilakukannya dengan sepenuh hati. Sehingga dia menerima hasil yang terbaik untuk dirinya. Setiap usahanya di lakukan dengan sungguh-sungguh, dalam dia mencapai kesuksesannya. Banyak orang yang sudah terinspirasi dengan apa yang dikerjakan oleh Jobs. Dari hal ini kita dapat melihat, bahwa Jobs memang memberikan 100% hidupnya dengan mencintai dan menghargai pekerjaannya, sehingga apa yang dihasilkan olehnya dapat sukses dan diterima oleh masyarakat banyak.

(Schultz, Duane dan Sydney Ellen. 1993. Theories of Personality 5th ed. United States of America: Pacific Grove California.)


Senin, 16 Juni 2014

Capres atau Presiden? Debat atau Bersatu? Saya atau Kita?

Diposting oleh Unknown di 23.41 0 komentar
Pemilu Presiden membuat para kandidat mengatakan hal yang ingin di dengar oleh masyarakat.
Kampanye besar-besaran di setiap sudut kota dan media.
Saling menonjolkan yang terbaik. Dan tidak sedikit pula isu-isu buruk yang beredar tentang capres yang mencalonkan diri.

Semua hal-hal yang diperlukan masyarakat di berikan dan dipenuhi.
Tetapi apa yang terjadi ketika mereka sudah menjabat nanti? Akankah ada perubahan yang tampak? Ataukah hanya melanjutkan yang ada? Atau bahkan memperburuk keadaan?

Jikalau demikian, kenapa kita tidak membiarkan mereka selamanya menjadi calon saja. Toh jika pada saat menjadi calon mereka dapat melakukan yang terbaik.

Pada saat semuanya sedang menjadi calon pemimpin, janji-janji terbaik mereka yang "katanya" dapat memenuhi cita-cita bangsa diungkapkan dengan sepenuh raga.
Melakukan yang terbaik untuk Negeri adalah tujuan utama.
Bayangkan sudah berapa banyak janii itu diucapkam dari mulut yang tidak hanya satu.
DIMANA SEMUA PARA CALON PEMIMPIN YANG INGIN MENYEJAHTERAKAN MASYARAKAT?
Jika saja mereka semua menyadari bahwa kebaikan tujuan mereka dapat direalisasikan bukan hanya melewati jabatan menjadi "PRESIDEN"
Pasti sudah banyak hal-hal baik yang dapat kita nikmati bersama.

Kepada semua calon yang pernah bertujuan untuk memajukan negeri; kalian ada dimana? Tidak bisakah kalian bersatu menjadi tim? Bukankah tujuan mulia kalian adalah sama?
Buktikan bahwa selama ini kalian tidak hanya mengumbar, tetapi membantu merealisasikan dan merealisasikan.

Kenapa harus berdebat dalam menjadikan negara yang sejahtera? Kalau kita bisa bekerja sama membangun dan menciptakan satu tujuan yang mulia.

Bukankah begitu indah melihat semua keberagaman dapat menjalin hubungan yang baik, dan membangun kedamaian dari tempat dia berada dan dari apa yang dapat diberikannya?

"AYO BELAJAR MENYATUKAN KEKUATAN UNTUK MEMBERIKAN YANG TERBAIK BAGI NEGERI, BUKAN MEMECAHNYA DAN MENJADI YANG TERBAIK BAGI DIRI SENDIRI"

Sharing

Diposting oleh Unknown di 03.51 0 komentar



Kenapa manusia ingin terlihat baik tetapi dengan menjatuhkan oranglain.
Seharusnya kita berusaha menjadi yang terbaik dengan menaikkan potensi diri, dan biarkan oranglain yang menilai.

Untuk menyatukan hubungan bukanlah suatu hal yang mudah.
Paling tidak cobalah untuk tidak memecahkannya lagi.

Setiap orang pasti menginginkan hubungan yang positif dengan oranglain. Sebagaimana yang telah kita pelajari, sebagai makhluk sosial kita membutuhkan manusia lain dalam menjalani hidup.
Jadi cobalah untuk membangun hubungan baik terhadap semua orang. Memang tidak semua individu dapat dekat dengan semua individu lain, tetapi paling tidak jangan memperburuk keadaan.

Jadilah pribadi yang dirindukan oleh setiap orang.


"And then I looked up at the sun
And I could see
Oh, the way that gravity pulls on you and me
And then I looked up at the sky
And saw the sun
And the way that gravity pushes on everyone
On everyone" Gravity-COLDPLAY

Sabtu, 07 Juni 2014

Diposting oleh Unknown di 02.08 0 komentar
Andragogi dan Pedagogi


Indikator : Perspektif waktu
Asumsi pedagogi : Aplikasi ditunda
Asumsi andragogi : Kecepatan aplikasi
Indikator : Kesiapan
Pedagogi : Tugas perkembangan tekanan sosial
Andragogi : Tugas perkembangan sosial
I : Iklim belajar
P : Berorientasi otoritas, resmi dan kompetitif
A : Mutualitas/pemberian pertolongan, rasa hormat, kolaborasi dan internal
I : Orientasi untuk belajar
P : Berpusat pada masalah
A : Berpusat pada substansi mata pelajaran
I : Evaluasi
P : Oleh guru
A : Reksa diagnosis kebutuhan dan reksa program pengukuran.
Pedagogi > konsep belajar yang digunakan kepada siswa, yang  dimana gurulah yang menjadi sumber informasi utama dan siswa bersifat pasif.
Contoh pengalaman:
Pada saat saya di TK sampai SMP, gurulah yang memberikan pelajaran-pelajaran baru, dimana murid hanya menerima saja tanpa menanyakan bagaimana hal itu dapat terjadi.
 Di TK hal yang saya ingat dari pengalaman saya adalah, kami diajarkan membuat berbagai bentuk benda-benda disekitar dengan menggunakan plastisin. Kami juga diajarkan untuk menyusun balok-balok yang disediakan. Di SD kami sudah mulai diajarkan mengeja dan berhitung. Semua pengajaran kami terima dari guru. Pada waktu di SMP kami diberikan pengetahuan baru dari pelajaran. Ada materi-materi baru yang lebih sulit dari SD dan diajarkan di SMP. Di SMP banyak materi pelajaran baru yang kami dapatkan. Pada saat-saat di SD kami juga agak takut dalam mengemukakan pendapat. Sampai-sampai ada teman yang pipis dicelana karena tidak berani permisi ke toilet. Pandangan terhadap guru sangat ditakutkan. Karena guru sering memberikan punishment kalau kami tidak dapat menjawab pertanyaan. Punishment yang sering diberikan guru itulah yang membuat kami menjadi takut dan tidak berani untuk mengemukakan pendapat. Di SMP saya juga pernah dihukum karena tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Hal itu juga dapat menimbulkan efek jera. Tidak ada yang kami cari sendiri informasinya dan menerapkannya, murid murni mendapatkan pengetahuan dari apa yang guru maupun orangtua ajarkan.
Andragogi > konsep belajar yang digunakan kepada orang dewasa, dimana peserta didik yang lebih aktif mencari informasi dan saling berbagi ilmu.
Contoh pengalaman :
Konsep belajar andragogi sudah mulai saya rasakan pada saat SMA. Di SMA guru telah mulai mengajarkan untuk mencari informasi tambahan dalam melengkapi pembelajaran. Guru juga sudah menuntut kami para murid untuk aktif dalam proses pembelajaran. Karena sudah dimulainya dengan sistem belajar persentase. Tujuan dari pembelajaran juga sudah bersifat fleksibel. Karena kami sudah mulai dapat bersuara mengenai pendapat-pendapat yang ingin dikemukakan. Proses belajar juga sudah meluas, karena tidak berfokus pada satu masalah saja.
Di dalam sistem perkuliahan, konsep andragogi lebih nyata dapat kita rasakan. Dosen mengaharapkan peserta didik untuk  membaca sebelumnya bahan ajar yang akan ditampilkan. Agar  tercipta suasana yang aktif dan adanya kontribusi atau keterlibatan penting dalam pengalaman kontribusi nantinya. Di sini pengajar atau dosen hanya menjadi fasilitator saja. Karena mahasiswa diharapkan mampu untuk kritis dalam segala hal dan masalah. Penerapannya juga sering kami rasakan secara langsung dalam beberapa semester ini, dalam menjalankan kegiatan perkuliahan.
Seperti yang telah diterapkan dalam perkuliahan Psikologi Pendidikan. Kami dituntut mampu untuk mengenali Andragogi dan Pedagogi karena telah mengetahui sebelumnya pokok bahasan yang akan dijelaskan. Kami dituntut aktif dalam proses belajar ini dan independen dalam pemahaman yang kami peroleh.

Sabtu, 19 April 2014

Diposting oleh Unknown di 20.24 0 komentar
                    Saat diberikan tugas kelompok Psikologi Pendidikan untuk melakukan observasi sekolah, kami tentunya memikirkan apa saja hal-hal yang perlu dilakukan, seperti meminta surat izin dari fakultas serta meminta izin kepada sekolah yang bersangkutan, dsb.
 Banyak kendala- kendala yang kami hadapi, seperti penolakan observasi dari pihak sekolah yang kami datangi, juga harapan yang diberikan pihak sekolah yang tak kunjung ada, pengeluaran surat yang tidak cepat mengakibatkan proses surat izin terhadap pihak sekolah menjadi lama untuk di proses, dan jadwal kuliah yang padat, tetapi kami menghadapi semuanya dengan baik dan kami pun memberikan usaha yang semaksimal mungkin untuk tugas ini, walaupun hasilnya masih jauh dari sempurna.
           Dengan keinginan kami untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh dosen pengampu dengan bagus, maka kami termotivasi untuk melakukannya dengan sepenuh hati dan semaksimal mungkin dengan "motivasi ekstrinsik, yaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara mencapai tujuan)",dimana tujuan kami adalah menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, dan juga dapat merangkum semua kegiatan observasi dengan baik dan benar.
Setiap anggota kelompok sangat memberikan peran dalam obervasi ini, seperti memberikan ide-ide, dsb. Setiap anggota juga sangat berperan aktif dalam pelaksanaan observasi dan dalam merangkum hasil observasi.

Pembagian tugas dalam kelompok :

  •   Trini A S               : Dokumentasi dan merangkum observasi 
  •  Nurlina Dewipa    : Merangkum observasi
  •  Susi Astriani         : Menyediakan bahan observasi dan merangkum observasi
  •  Rizki Situmorang : Merangkum observasi 
  •  Nadine Lobian      : Proses pelaksanaan observasi dan merangkum observasi

 Dengan adanya pembagian tugas pada masing-masing anggota kelompok kami pun dapat melaksanakan tugas observasi ke sekolah dengan baik dengan usaha yang telah kami berikan semaksimal mungkin.

 Ada pun teori-teori yang kami dapat dari mata kuliah Psikologi Pendidikan yang dapat dikaitkan kedalam proses observasi yang kami lakukan adalah :

 1. Teori Atribusi
Dalam usaha kami memahami perilaku dan kinerja yang telah kami lakukan, kami termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya.
Dalam suatu cara, kami pada akhirnya dapat menemukan sekolah yang bisa diobservasi karena apa? Apakah karena kami yang giat mencari sekolah-sekolahnya, ataukah memang sekolah yang kami datangi selalu bersedia untuk dimintai observasi.
 Karena beberapa hal yang kami anggap sebagai penyebab kesuksesan atau kegagalan adalah kemampuan kami dalam menyelesaikan observasi ini, usaha kami sejauh mana dalam memaksimalkannya, keberuntungan atas sekolah yang bersedia di observasi, suasana hati para anggota kelompok dalam melaksanakan tugas, dan bantuan-bantuan dan sokongan motivasi dari orang-orang yang berada di sekitar kami.

2. Self-Efficacy 
Dari kelompok juga harus memiliki self-efficacy, kelompok kami harus memiliki keyakinan bahwa kami bisa menguasai situasi dan memproduksi hasil positif, agar semua yang direncanakan dapat kami realisasikan.
 Self-efficacy termasuk motivasi terbesar dalam kelompok kami, agar tidak terdengarnya ada kata “ketidakberdayaan” dari kelompok kami.

 3. Motivasi untuk Menguasai
Kelompok kami berusaha sebaik mungkin untuk berfokus pada tugas-tugas yang diberikan. Bagaimana agar kami selalu punya sikap positif untuk mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan.
 Agar tugas pendidikan selesai dengan baik tanpa melalaikan tugas-tugas lainnya.
Kami menelaah setiap pekerjaan yang akan kami lakukan, dan menyesuaikan waktu yang kami punya. Kami juga memiliki referensi dari senior yang telah melakukan tugas ini terlebih dahulu, sebagai sumber pengetahuan untuk membuka pemikiran kelompok kami.

Kami melakukan observasi di Sekolah Dasar (SD) yaitu SDN 060921.
Disaat melakukan observasi proses belajar mengajar di dalam kelas, kami dapat merangkum hasil observasi dan mengaitkannya ke dalam teori-teori belajar yang ada. Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya.
 Kami mengobservasi murid kelas 5SD dengan jumlah siswa 28 orang, 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan.

 Di dalam kelas kami mengamati yang berhubungan dengan teori yaitu :

1. Teori Piaget - Bagi Piaget, anak adalah seseorang yang aktif, membentuk atau menyusun pengetahuan mereka sendiri pada saat mereka menyeseuaikan pikirannya sebagaimana terjadi ketika mereka mengeksplorasi lingkungan dan kemudian tumbuh secara kognitif terhadap pemikiran-pemikiran yang logis.
Jadi berdasarkan observasi yang kami amati selama proses belajar mengajar di dalam kelas, anak/siswa dituntut untuk aktif di dalam kelas seperti menjawab pertanyaan dari guru, berani tampil di depan kelas untuk berdialog.
 2. Teori Vygotsky - Bagi Vygotsky, anak itu mengkonstruksi pengetahuan mereka melalui interaksi pengajaran dan sosial dengan orang dewasa (guru) asalkan orang dewasa (guru) menjembatani arti dengan bahasa dan tanda atau symbol, yang dapat mengamati anak untuk kemudian anak itu tumbuh kearah pemikiran yang verbal.
 Jadi berdasarkan obervasi yang kami amati selama proses belajar mengajar di dalam kelas, kami melihat bahwa anak dapat mengerti pelajaran tersebut karena gurunya dapat memberikan contoh-contoh yang sederhana.
Misalnya terkait dengan kehidupan sehari-hari si anak, sehingga si anak lebih mudah menangkap pelajaran yang diberikan guru.

 Testimoni Anggota : KELOMPOK 4

 Trini A S (13-086) - Bagi saya sendiri ini merupakan pengalaman pertama saya melakukan observasi langsung ke sekolah seperti ini. 
Pengalaman ini merupakan pembelajaran baru bagi saya. 
Saya juga dapat melihat sekolah dan kelas dari sisi pendidikan dan teori belajar nya, ini merupakan sudut pandang baru bagi saya.
 Dalam observasi ini juga saya jadi dituntut untuk dapat berinteraksi dengan guru dan murid secara profesional. 
Dan kerjasama dengan kelompok juga sangat dituntut dalam observasi ini, bagaimana kita dapat bekerjasama dan meluangkan waktu dan pikiran kita dalam kelompok, agar tercipta kerjasama yang baik dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan semaksimal mungkin. 

Susi Astriyani (13-030) - Observasi ini adalah observasi yang pertama kali saya lakukan semenjak menjalani study di Fakultas Psikologi USU. Pada observasi sekolah yang pertama sekali untuk saya, halini memberikan pengalaman yang berharga. Karena dari teori yang sudah saya pelajari padamata kuliah psikologi pendidikan, maka di sinilah saya benar-benar bisa mengaplikasikan danmengetahui dengan jelas contoh real dari teori yang ada. Menurut saya, sistem pembelajaran pada sekolah dasar yang di observasi sudah sesuaidengan tingkat kebutuhan siswa. Dimana para siswa masih diajarkan dengan metode langsung. Selain itu, observasi ini sangat berguna untuk mengasah daya analisa kita terhadap suatu fenomena real dengan berpedoman pada teori yang sudah ada. Sehingga menurut saya sangat berguna.

 Nurlina Dewipa (13-054) - Setelah melakukan observasi ke SDN 060921,menurut saya sekolah ini lumayan bagus tetapi masih ada kekurangan-kekurangan yang terdapat seperti; fasilitas didalam sekolah masih kurang karena disana tidak ada terdapat tempat persembahyangan,perpustakaan, lapangan sekolahnya juga kurang luas untuk siswa SD tersebut,dll. Namun Guru-guru SD nya sangat ramah dan cukup memliki keahlian ataupun potensi dalam mengajar di kelas karena guru tersebut mampu menguasai materi apa yang sedang di bawakannya di tengah kerecokan murid-muridnya dalam belajar walaupun begitu murid nya juga dapat memahami apa yang telah diajarkan gurunya. Hal terpenting menurut saya guru hendaknya harus mengetahui bagaimana upaya mencetak lulusan yang baik dan maksimal. Guru hendaknya terus memantau kegiatan murid-muridnya, dan terus memotivasi agar terus belajar demi masa depan mereka.Cara nya dengan lebih menjalin hubungan baik anatara murid dan guru.

 Rizki Situmorang (13-074) - Saya merasa sangat terkesan dapat diberi kesempatan dalam meyelesaikan Tugas Obsevasi yang diwajibkan dalam mata kuliah Psikologi Pendidikan karena ini menjadi pengalaman baru bagi saya dan menambah wawasan saya tentang pengajaran yang efektif terhadap anak tingkat Sekolah Dasar. Dalam observasi tersebut, saya melihat bahwa proses pengajaran yang ada di sekolah tersebut sudah cukup baik. Hal ini saya lihat melalui proses belajar mengajar yang aktif antara guru dan murid. Ketika guru bertanya, murid aktif menanggapi pertanyaan sang guru. Melalui proses belajar tersebut, menurut saya dapat mengembangkan kreatifitas anak, melatih mental anak untuk aktif dalam pembelajaran, dan mengajak anak untuk aktif. Selama observasi berlangsung, saya jadi terkenang dengan masa anak-anak saya dulu ketika saya SD, dan proses belajar mengajarnya menurut saya agak sedikit berbeda dengan zamannya saya dulu. Karena pendidikan itu juga berkembang seiring dengan perkembangan teknologi, namun menurut saya pada dasarnya memang masih menggunakan metode lama (zaman saya SD dulu).

Nadine Lobian (13-120) - Tugas observasi ini sangat memberikan saya pengalaman yang baru, karena sebelumnya saya belum pernah melakukannya. Observasi ini tentunya memberikan kesan-kesan tertentu. Mulai dari bagaimana susahnya mendapatkan izin dari pihak sekolah, bagaimana sekolah yang di datangi memberikan harapan palsu sehingga memperlambat proses observasi ini, tetapi pada akhirnya kelompok kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
 Saya pun mengamati bahwa di dalam observasi ini proses belajar mengajar antara guru dan murid masih menggunakan pengajaran langsung dimana guru bertanya dan murid pun merespon pertanyaan dari gurunya sehingga terjadi hubungan langsung antara murid dan guru. Juga dengan guru bertanya, itu akan memacu kecepatan berpikir si murid agar ia dapat menjawab pertanyaan dari guru dengan cepat.
 Saya juga belajar bahwa di dalam pengalaman ini kerjasama di dalam kelompok sangat dibutuhkan.Saya sangat berterimakasih kepada dosen pengampu yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk melakukan tugas observasi ini.
 

ARTPEN Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei